Langsung ke konten utama

Strategi Pencapaian Produksi Jagung

Strategi Pencapaian Produksi Jagung

          Sumber Gambar: www.litbangpertanian

Jagung merupakan tanaman pangan ke dua setelah padi, sekaligus sebagai sumber utama karbohidrat setelah beras. Meskipun berada pada urutan ke dua, jagung sebagai sumber pangan tetap menjadi sumber karbohidrat penting bagi masyarakat beberapa wilayah di Indonesia, antara lain NTT, lampung, jawa Timur, dan jawa Tengah.
Selain sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, jagung juga diperuntukan untuk kebutuhan industri khususnya pakan ternak. Perkembangan industri ternak di Indonesia yang begitu pesat berakibat pada tingginya permintaan bahan baku pakan, salah satunya adalah jagung.
Kebutuhan Nasioanal jagung adalah 20,9 juta ton terdiri dari ; untuk pakan dan industri pakan sekitar 11,9 juta ton (57%), pangan 7,2 juta ton (34%), industri lainnya 1,8 juta ton (9%).
Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini telah dikembangkan varietas jagung yang mempunyai kandungan gizi lebih, seperti kaya protein serta kaya akan vitamin A. Varietas jagung tersebut dapat mejadi alternatif yang baik bagi masyarakat agar semakin tercukupinya kebutuhan pangan maupun kesehatan. Untuk dapat memproduksi jagung baik untuk kebutuhan pangan maupun industri petani dapat melakukan optimalisasi cara budidaya jagung serta penanganan pacapanen yang baik dan efesien.
Untuk kebutuhan pangan masyarakat pada umumnya menyukai jagung varietas lokal dibanding vrietas lainnya seperti hibrida. Hal ini karena ditunjang dengan sumberdaya genetik yang dimiliki Indonesia akan jagung lokal, sehingga masyarakat dapat memeilih dan mengkonsumsi jagung sesuai dengan preferensi masing-masing.
Pemerintah saat ini telah mendorong produksitifitas jagung melalui upaya khusus peningkatan produksi jagung dalam upaya mencapai swasembada jagung.
Strategi Pencapaian
peningkatan produksi dapat dicapai melalui beberapa strategi antara lain;
1. Pengembangan jaringan irigasi dan optimasi lahan
Tanaman jagung meskipun tidak memerlukan air yang melimpah, namun ketersediaan air bagi tanaman jagung menjadi syarat utama agar bisa tumbuh dan berproduksi dengan baik. Untuk mencapai itu, maka upaya penyediaan jarigan irigasi tersier adalah merupakan keharusan untuk mendistribusikan air ke lahan pada saat tanaman membutuhkan terutama pada lahan-lahan yang potensial produksi jagung.
Dengan ketersediaan air yang cukup, maka petani dapat membudidayakan bahkan meningkatkan prekuensi penanaman jagung sehingga Indek Pertanaman (IP) akan mengalami kenaikan.
2. Sarana produksi dan benih
Ketersediaan sarana produksi menjadi faktor penting, demikian halnya dengan penggunaan benih unggul bersertifikat mutlak dilakukan oleh petani agar mempunyai jaminan kepastiaan hasil. Saat ini telah tersedia benih jagung unggul yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian dengan berbagai kesesuaian lahan dan berbagai adaptasi wilayah antara lain; Bima 8, dan Bima 20-URI-1.
Dalam upaya ini pemerintah telah memberikan bantuan benih bersertifikat kepada petani paling lambat satu bulan sebelum benih kadaluarsa dengan daya kecambah lebih dari 80%.
Pemenuhan kebutuhan benih dan pupuk yang cukup jumlah dan tepat waktu perlu terus diupayakan sehingga proses budidaya yang dilakukan petani sesuai dengan yang direncanakan dan menguntungkan.
Dalam menyusun kebutuhan benih dan pupuk, petani dapat memanfaatkan aplikasi kalender tanam terpadu yang dapat diakses melalui internet kapan saja dan dimana saja dengan alamat ; www.katam.libang.pertanian.go.id
Aplikasi ini akan bermanfaat dan sangat membantu bagi petani dalam menentukan vrietas yang digunakan, jumlah pupuk yang diberikan, serta waktu pemberian pupuk, sehingga petani akan lebih efesien dalam budidaya jagung.
3. Penyediaan alat dan mesin pertanian
Agar budidaya jagung efektif dan efesien, alat dan mesin pertanian mutlak perlu digunakan. Alat dan mesin yang digunakan diantaranya adalah mesin untuk pengolahan tanah, mesin pengupas dan pemipil jagung dalam penanganan pasca panen sehingga biaya produksi akan lebih efesien.
Kerja keras, pantang menyerah serta didukung oleh semua unsur yang terkait, maka upaya pencapaian peningkatan produksi jagung dalam mendukung program swasembada pangan khususnya jagung dapat diraih.
Ruslia Atmaja
Sumber : Pustaka - Badanlitbang Pertanian
Tanggal Artikel : 28-08-2017

Nama : Wahyu Dhiyan Pratama
NIM    : 16 / 398796 / PN / 14767
Dept   : Ilmu Tanah
Gol.    : A4

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Mia Audina Siburian (14601)
    - Nilai Berita
    1. Timelines : berita yang disajikan tergolong baru karena baru diterbitkan tangal 28 agustus 2017.
    2. Proximity : berita yang disajikan dekat dengan petani karena Pemerintah telah mendorong produksitifitas jagung melalui upaya khusus peningkatan produksi jagung dalam upaya mencapai swasembada jagung.
    3. Importance : berita yang disajikan penting bagi petani sebab banyak strategi pencapaian peningkatan produksi dari pemerintah yang harus diketahui dan diaplikasikan petani.
    4. Conflict : berita yang disajikan ini juga mengandung masalah, yaitu tingginya permintaan jagung untuk mencukupi kebutuhan pangan dan kebutuhan industry.
    - Nilai Penyuluhan
    1. Ada sumber teknologi atau ide berupa strategi pencapaian peningkatan produksi jagung dari pemerintah untuk petani.
    2. Ada sasaran, yaitu petani, agar dapat mengaplikasikan strategi yang dibuat pemerintah
    3. Ada manfaat, berupa petani menjadi lebih mengerti dan paham untuk meningkatkan pencapaian produksi jagung.
    4. Ada nilai pendidikan, berupa kombinasi antara pertanian dan pemerintah untuk membuat Indonesia menjadi swasembada jagung.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terpopuler

INOVASI APLIKASI DARI FAKULTAS PERTANIAN UGM " DESA APPS "

INOVASI APLIKASI DARI FAKULTAS PERTANIAN UGM " DESA APPS " Aplikasi yang dikembangkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah mada  merupakan sebuah invoasi dan terobosan yang inovatif dan penuh kreatifitas sebagai media / alat dan perantara yang dimaksudkan untuk memudahkan petani untuk berkomunikasi dengan para pakar pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada yang dapat diunduh secara gratis di playstore  bagi pengguna android yang selanjutnya dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat umum untuk mencari informasi dan bertanya langsung dengan pakar pertanian UGM. Aplikasi yang membantu para petani pintar dalam proses penanaman, perawatan, panen, hingga penjualan. - Temukan hasil panen, info pupuk, dan artikel pertanian di aplikasi Desa Apps - Intip hasil panen PETANI PINTAR hari ini - Desa Apps memberikan on-farm solutions dari hulu ke hilir - Konsultasi & tanya jawab secara langsung dengan para a...

Sistem Tanam Surjan

Teknologi Surjan Inovasi Balingtan -  Empat target sukses Kementerian Pertanian yaitu (1) swasembada berkelanjutan dan pencapaian swasembada, (2) diversifikasi pangan, (3) peningkatan daya saing nilai tambah ekspor, (4) kesejahteraan petani. Badan Penelitian dan Pengenbangan Pertanian beserta jajarannya memiliki kontribusi dan komitmen dalam pencapaian target tersebut. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) mempunyai kebun percobaan Balingtan seluas 17 ha. Salah satu fungsi kebun percobaan adalah untuk mendukung pelaksanan tupoksi balai sebagai lokasi pelaksanaan penelitian, show windowpengadaan sumber benih, pengembangan agrowisata dan lain-lain.   Embung yang ada di Balingtan merupakan salah satu teknologi untuk beradaptasi terhadap kekeringan dan menampung air pada saat kelebihan air. Air embung dapat dimanfaatkan sebagai sumber irigasi untuk penanaman disekitar embung dan demplot Sistem Pertanian Ramah Lingkungan (SPRL) model surjan. Upaya penana...

Alat Filter Inlet Dan Outlet (FIO) Residu Pestisida Pada Saluran Di Petakan Sawah

Alat Filter Inlet Dan Outlet (FIO) Residu Pestisida Pada Saluran Di Petakan Sawah Inovasi Balingtan -  Hasil penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dilaporkan bahwa penggunaan pestisida di lahan pertanian (lahan padi dan sayuran) dapat mengakibatkan tertinggalnya residu pestisida pada tanah, tanaman, dan air (sawah). Balingtan melaporkan bahwa kandungan residu pestisida yang ditemukan cukup tinggi dan beberapa telah melebihi batas maksimum residu (BMR). Kandungan residu pestisida yang ditemukan tidak hanya pada air di dalam petakan sawah namun juga pada  inlet  maupun  outlet nya.  Kandungan residu pestisida pada saluran  outlet,  selanjutnya akan masuk ke aliran sungai dan akan membahayakan lingkungan biota air dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, maka diperlukan suatu alat filtrasi yang dapat menahan/menangkap residu pestisida tersebut sebelum terbawa aliran/masuk ke sung...