Langsung ke konten utama

Alat Filter Inlet Dan Outlet (FIO) Residu Pestisida Pada Saluran Di Petakan Sawah

Alat Filter Inlet Dan Outlet (FIO) Residu Pestisida Pada Saluran Di Petakan Sawah

Inovasi Balingtan - Hasil penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dilaporkan bahwa penggunaan pestisida di lahan pertanian (lahan padi dan sayuran) dapat mengakibatkan tertinggalnya residu pestisida pada tanah, tanaman, dan air (sawah).
Balingtan melaporkan bahwa kandungan residu pestisida yang ditemukan cukup tinggi dan beberapa telah melebihi batas maksimum residu (BMR).
Kandungan residu pestisida yang ditemukan tidak hanya pada air di dalam petakan sawah namun juga pada inlet maupun outletnya.
 Kandungan residu pestisida pada saluran outlet, selanjutnya akan masuk ke aliran sungai dan akan membahayakan lingkungan biota air dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, maka diperlukan suatu alat filtrasi yang dapat menahan/menangkap residu pestisida tersebut sebelum terbawa aliran/masuk ke sungai.
Filtrasi air sangat penting untuk semua sistem irigasi.
Untuk menghasilkan kualitas air yang lebih baik, dapat saja digunakan dua filter yaitu inlet dan outlet.
Filter pertama, berfungsi sebagai penyaring pertama kontaminan yang terbawa oleh air masuk ke persawahan, misalnya logam berat dan residu pestisida.
Filter kedua berfungsi untuk penyaringan oulet yang dipasang di outlet persawahan agar saat air keluar dari persawahan tidak mencemari di lingkungan perairan di bawahnya.
Alat ini ditempatkan pada saluran inlet dan outlet dari suatu petakan sawah.
Teknik penangkapan pencemar residu pestisida pada alat ini adalah menggunakan bahan arang aktif yaitu suatu bahan yang memiliki daya serap tinggi terhadap residu pestisida. Jenis pestisida yang dapat ditangkap adalah insektisida organoklorin, organofosfat, dan karbamat.
 
Gambar 1. Pengaruh arang aktif terhadap klorpirifos dan lindan pada air outlet di lahan sawah

Arang aktif juga mampu untuk immobilisasi logam berat. Gambar 1 menunjukkan bahwa penggunaan alat Filter Inlet Outlet (FIO) mampu menurunkan cemaran pestisida klorpirifos dan lindan pada air di lahan sawah lebih dari 50%. Alat tersebut sudah dipatenkan dengan nomor paten IDS000001383.
 Arang aktif yang digunakan dapat diganti atau diisi ulang bila sudah jenuh dan arang aktif dapat diaktivasi lagi.
Alat filter dapat menggunakan arang aktif yang dibuat dari bahan baku yang berasal dari limbah pertanian seperti sekam padi, tempurung kelapa, tongkol jagung, dan tandan kosong kelapa sawit.
Alat filter ini dapat dibuat dari bahan plastik/logam ringan yang dilapisi cat, kemudian silinder tempat arang aktifnya terbuat dari kawat kasa, sehingga alat ini ringan bila dibawa.
 Gambar 2. Alat FIO ukuran 90 cm x 90 cm x 90 cm
Gambar 3. FIO terbuat dari fiber (dimensi 90 cm x 90 cm x 90 cm)
Gambar 4. Alat FIO yang dipasang di saluran inlet
Gambar 5. Alat FIO yang dipasang saluran oulet

Komentar

Terpopuler

INOVASI APLIKASI DARI FAKULTAS PERTANIAN UGM " DESA APPS "

INOVASI APLIKASI DARI FAKULTAS PERTANIAN UGM " DESA APPS " Aplikasi yang dikembangkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah mada  merupakan sebuah invoasi dan terobosan yang inovatif dan penuh kreatifitas sebagai media / alat dan perantara yang dimaksudkan untuk memudahkan petani untuk berkomunikasi dengan para pakar pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada yang dapat diunduh secara gratis di playstore  bagi pengguna android yang selanjutnya dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat umum untuk mencari informasi dan bertanya langsung dengan pakar pertanian UGM. Aplikasi yang membantu para petani pintar dalam proses penanaman, perawatan, panen, hingga penjualan. - Temukan hasil panen, info pupuk, dan artikel pertanian di aplikasi Desa Apps - Intip hasil panen PETANI PINTAR hari ini - Desa Apps memberikan on-farm solutions dari hulu ke hilir - Konsultasi & tanya jawab secara langsung dengan para a...

Sistem Tanam Surjan

Teknologi Surjan Inovasi Balingtan -  Empat target sukses Kementerian Pertanian yaitu (1) swasembada berkelanjutan dan pencapaian swasembada, (2) diversifikasi pangan, (3) peningkatan daya saing nilai tambah ekspor, (4) kesejahteraan petani. Badan Penelitian dan Pengenbangan Pertanian beserta jajarannya memiliki kontribusi dan komitmen dalam pencapaian target tersebut. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) mempunyai kebun percobaan Balingtan seluas 17 ha. Salah satu fungsi kebun percobaan adalah untuk mendukung pelaksanan tupoksi balai sebagai lokasi pelaksanaan penelitian, show windowpengadaan sumber benih, pengembangan agrowisata dan lain-lain.   Embung yang ada di Balingtan merupakan salah satu teknologi untuk beradaptasi terhadap kekeringan dan menampung air pada saat kelebihan air. Air embung dapat dimanfaatkan sebagai sumber irigasi untuk penanaman disekitar embung dan demplot Sistem Pertanian Ramah Lingkungan (SPRL) model surjan. Upaya penana...