Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN PETANI KAKAO

Kakao merupakan komoditi ekspor unggulan Indonesia dimana saat ini Indonesia menempati posisi negara penghasil kakao terbesar ke-3 dunia dibawah Pantai Gading dan Ghana. Akan tetapi produktivitas kakao Indonesia masih di bawah rata-rata negara penghasil kakao lainnya. Keberlanjutan kakao Indonesia perlu dikhawatirkan mengingat beberapa hal, diantaranya ketidakseimbangan permintaan dan penawaran, memburuknya pohon dan kondisi tanah, produktivitas rata-rata sekitar 600kg/ha dan terus menurun, terbatasnya ketersediaan lahan baru, pendapatan rata-rata petani kakao dibawah $1 per keluarga, dan generasi muda tidak tertarik pada pertanian kakao. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan adanya kerjasama antara pemerintah dan petani kakao, dalam mengembangkan organisasi petani. Organisasi petani diperlukan untuk mendukung peningkatan produktivitas, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk kakao, dan akses pasar. Di dalam organisasi petani tersebut perlu diberikan penguatan dalam aspek kel...

Tanam Padi Metode Salibu: Tanpa Benih, Tanpa Olah Lahan, Panen Naik 2 Kali Lipat

Dalam metode tanam salibu, bonggol padi dipangkas pendek kemudian tunasnya yang keluar bisa dipanen lagi dengan berbagai perlakuan khusus. (Foto: GATRAnews/Humas Unsoed/AK9) Cilacap, GATRAnews  – Kelompok tani Rukun Tani Desa Gandrungmanis Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah berhasil meningkatkan hasil panen lebih dari dua kali lipat dengan metode tanam salibu. Selain itu, Indeks Pertanaman (IP) mereka pun naik dari IP100 menjadi IP300 lantaran bisa panen dua kali dalam setahun, dilanjutkan dengan penanaman kedelai metode superbodi. Pakar pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof. Totok Agung Dwi Haryanto mengatakan salibu merupakan metode tanam tanpa menggunakan benih dan tanpa pengolahan lahan. Teknik salibu menggunakan bonggol tanaman padi sisa panen musim pertama sehingga lebih cepat panen. Adapun metode superbodi adalah metode tanam kedelai dengan memasukkan biji kedelai di tengah bonggol padi. "Kami sudah perkenalkan ...

Inovasi Teknologi PTKJS dalam Mengembalikan Kejayaan Jeruk Siam Pontianak

Inovasi Teknologi PTKJS dalam Mengembalikan Kejayaan Jeruk Siam Pontianak 13 Oktober, 2016   Pembinaan kelembagaan dalam rangka tanam perdana bibit berlabel biru di kelompok tani Karya Usaha desa Matang Labong. Jeruk siam Pontianak sudah sangat dikenal oleh konsumen di Indonesia sejak dekade 90-an. Program pemerintah daerah Kabupaten Sambas yang didukung oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2000-an telah berhasil mengembangkan pertanaman jeruk seluas 11 ribu hektar yang semuanya berada di Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Program pengembangan jeruk siam Pontianak yang dilaksanakan oleh Pemerintah dan petani Kabupaten Sambas telah berhasil meningkatkan pendapatan petani dan menggerakkan roda perekonomian dari berbagai sektor yang berhubungan dengan proses produksi dan rantai perdagangan buah jeruk mulai dari petani sampai konsumen. Siam Pontianak Keberhasilan produksi buah jeruk siam Pontianak yang telah berhasil meningkatkan kesejahteraan pelaku agribi...

Balitjestro menciptakan empat inovasi baru untuk memudahkan petani jeruk mengatasi berbagai macam masalah.

BATU - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) menciptakan empat inovasi baru untuk memudahkan petani jeruk mengatasi berbagai macam masalah.  Empat inovasi tersebut yaitu 1) Sistem Pakar Monitoring Organisme Penggangu Tanaman (OPT) Jeruk, 2) pupuk lengkap lepas lambat (Pukap) jestro, 3) Kit deteksi cepat sebagai solusi dalam penangan penyakit  citrus vein phloem degeneration (kerusakan pembuluh tapis pada jeruk) di daerah endemis, dan 4) Bark pesticide aplikator (BPA). Sistem pakar untuk memonitoring hama jeruk yakni teknologi rancang bangun  expert system  (sistem pakar). Sistem ini menghasilkan program atau aplikasi untuk memantau hama atau penyakit utama jeruk secara  real time  berbasis web dan langsung memantau perkembangan populasi atau serangan OPT jeruk secara langsung di lapangan. Pengguna yang telah melakukan pengamatan pada aplikasi s...

Strategi Pencapaian Produksi Jagung

Strategi Pencapaian Produksi Jagung           Sumber Gambar: www.litbangpertanian Jagung merupakan tanaman pangan ke dua setelah padi, sekaligus sebagai sumber utama karbohidrat setelah beras. Meskipun berada pada urutan ke dua, jagung sebagai sumber pangan tetap menjadi sumber karbohidrat penting bagi masyarakat beberapa wilayah di Indonesia, antara lain NTT, lampung, jawa Timur, dan jawa Tengah. Selain sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, jagung juga diperuntukan untuk kebutuhan industri khususnya pakan ternak. Perkembangan industri ternak di Indonesia yang begitu pesat berakibat pada tingginya permintaan bahan baku pakan, salah satunya adalah jagung. Kebutuhan Nasioanal jagung adalah 20,9 juta ton terdiri dari ; untuk pakan dan industri pakan sekitar 11,9 juta ton (57%), pangan 7,2 juta ton (34%), industri lainnya 1,8 juta ton (9%). Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini telah dikembangkan varietas jagung yang mempunyai kandungan giz...