Langsung ke konten utama

Inovasi Teknologi PTKJS dalam Mengembalikan Kejayaan Jeruk Siam Pontianak

Inovasi Teknologi PTKJS dalam Mengembalikan Kejayaan Jeruk Siam Pontianak

Pembinaan kelembagaan dalam rangka tanam perdana bibit berlabel biru di kelompok tani Karya Usaha desa Matang Labong.
Jeruk siam Pontianak sudah sangat dikenal oleh konsumen di Indonesia sejak dekade 90-an. Program pemerintah daerah Kabupaten Sambas yang didukung oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2000-an telah berhasil mengembangkan pertanaman jeruk seluas 11 ribu hektar yang semuanya berada di Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat.
Program pengembangan jeruk siam Pontianak yang dilaksanakan oleh Pemerintah dan petani Kabupaten Sambas telah berhasil meningkatkan pendapatan petani dan menggerakkan roda perekonomian dari berbagai sektor yang berhubungan dengan proses produksi dan rantai perdagangan buah jeruk mulai dari petani sampai konsumen.

Siam Pontianak
Keberhasilan produksi buah jeruk siam Pontianak yang telah berhasil meningkatkan kesejahteraan pelaku agribisnis di Kabupaten Sambas, belum diikuti oleh pengelolaan pertanaman jeruk yang seharusnya diimbangi pemeliharaan yang intensif. Kelengahan pelaku agribisnis jeruk di Kabupaten Sambas dalam mengelola pertanaman jeruk, menyebabkan menurunnya produktifitas dan luas area jeruk produktif.
Data pertanaman jeruk di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas yang memiliki pertanaman terluas di Kabupaten Sambas pada tahun 2014 dilaporkan seluas 4.072 Ha, namun tahun 2016 yang 1.230 hektar beralih fungsi, sehingga luas saat ini adalah 2.842 hektar. Penurunan luas pertanaman ini terutama disebabkan oleh pengelolaan yang kurang intensif diantaranya pengelolaan lahan yang tidak optimal dan adanya serangan penyakit CVPD yang disebabkan oleh patogen bakteri Liberibacter asiaticus.
Penurunan luas pertanaman jeruk yang terjadi di Kabupaten Sambas mendorong institusi terkait bersama dengan pelaku agribisnis untuk berusaha membangkitkan kembali kejayaan jeruk siam Pontianak di Kabupaten Sambas.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, merespon kondisi pertanaman jeruk di Kabupaten Sambas dengan menugaskan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Barat bersama dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sambas untuk melaksanakan penelitian pengembangan agar dapat mengetahui dengan pasti penyebab penurunan luas pertanaan jeruk di Kabupaten Sambas dan selanjutnya merumuskan rencana tindak lanjutnya.
Penelitian yang sedang dilaksanakan tersebut merupakan kegiatan diseminasi yang diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan solusi penyelesaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk : Menyusun peta penyebaran serangan penyakit CVPD, menyusun rancang bangun, dan menyusun dukungan inovasi teknologi; Membuat demoplot tanaman baru dan tanaman menghasilkan; Pelatihan petugas dan petani champion terpilih; serta Penguatan kelembagaan.

Pembuatan bubur California sebagai bahan pengendali jamur pada batang jeruk di kelompok tani Alam Jaya 2 desa Sepuk Tajung.
Pembuatan demoplot tanaman baru dan Tanaman sudah produksi akan menerapkan teknologi PTKJS secara benar dan konsisten. PTKJS terdiri dari lima (5) komponen teknologi yaitu (1) Menggunakan hanya benih jeruk berlabel biru, (2) Mengendalikan vektor CVPD/serangga penular Diaphorina citri Kuw. (3) Pemeliharaan intensif, (4) Sanitasi kebun, dan (5) Pembinaan Kelembagaan.
Akselerasi adopsi teknologi inovatif / anjuran dilaksanakan menggunakan Model Dukungan Inovasi Teknologi Dalam Pengembangan Agribisnis Jeruk yang terbukti berhasil memuaskan diterapkan di kabupaten TTS-NTT dan Solok Selatan-Sumbar seperti disajikan pada Gambar1.

Model dukungan inovasi teknologi dalam pengembangan agribisnis jeruk ( Supriyanto et al. 2014)
Demoplot didirikan dalam kawasan pertanaman jeruk dari satu kelompok tani sebagai satuan terkecil penyuluhan. Kelompok tani yang terpilih sebagai lokasi demoplot akan didampingi oleh peneliti dan petugas pendamping teknologi yang akan mengikuti kegiatan pelatihan, asistensi, dan pembinaan kelembagaan. Demoplot akan menerapkan teknologi PTKJS secara benar dan konsisten.

Penanaman bibit berlabel biru di kelompok tani Tunas Tani 1 Desa Pusaka
Penelitian diseminasi ini telah mendirikan demoplot yang berada di kelompok tani Karya Usaha desa Matang Labong dan kelompok tani Tunas Tani 1 desa Pusaka untuk tanaman baru, sedangkan tanaman sudah sudah menghasilkan dilaksanakan di kelompok tani Alam Jaya 2 desa Sepuk Tajung dan kelompok tani kuning permai desa Rantau Panjang. (Dr. Ir. Anang Triwiratno, MP)


Read more http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/inovasi-teknologi-ptkjs-dalam-mengembalikan-kejayaan-jeruk-siam-pontianak/


Nama : Wahyu Dhiyan P.
NIM : 16 / 398796 / PN / 14767

Komentar

Terpopuler

INOVASI APLIKASI DARI FAKULTAS PERTANIAN UGM " DESA APPS "

INOVASI APLIKASI DARI FAKULTAS PERTANIAN UGM " DESA APPS " Aplikasi yang dikembangkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah mada  merupakan sebuah invoasi dan terobosan yang inovatif dan penuh kreatifitas sebagai media / alat dan perantara yang dimaksudkan untuk memudahkan petani untuk berkomunikasi dengan para pakar pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada yang dapat diunduh secara gratis di playstore  bagi pengguna android yang selanjutnya dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat umum untuk mencari informasi dan bertanya langsung dengan pakar pertanian UGM. Aplikasi yang membantu para petani pintar dalam proses penanaman, perawatan, panen, hingga penjualan. - Temukan hasil panen, info pupuk, dan artikel pertanian di aplikasi Desa Apps - Intip hasil panen PETANI PINTAR hari ini - Desa Apps memberikan on-farm solutions dari hulu ke hilir - Konsultasi & tanya jawab secara langsung dengan para a...

Sistem Tanam Surjan

Teknologi Surjan Inovasi Balingtan -  Empat target sukses Kementerian Pertanian yaitu (1) swasembada berkelanjutan dan pencapaian swasembada, (2) diversifikasi pangan, (3) peningkatan daya saing nilai tambah ekspor, (4) kesejahteraan petani. Badan Penelitian dan Pengenbangan Pertanian beserta jajarannya memiliki kontribusi dan komitmen dalam pencapaian target tersebut. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) mempunyai kebun percobaan Balingtan seluas 17 ha. Salah satu fungsi kebun percobaan adalah untuk mendukung pelaksanan tupoksi balai sebagai lokasi pelaksanaan penelitian, show windowpengadaan sumber benih, pengembangan agrowisata dan lain-lain.   Embung yang ada di Balingtan merupakan salah satu teknologi untuk beradaptasi terhadap kekeringan dan menampung air pada saat kelebihan air. Air embung dapat dimanfaatkan sebagai sumber irigasi untuk penanaman disekitar embung dan demplot Sistem Pertanian Ramah Lingkungan (SPRL) model surjan. Upaya penana...

Alat Filter Inlet Dan Outlet (FIO) Residu Pestisida Pada Saluran Di Petakan Sawah

Alat Filter Inlet Dan Outlet (FIO) Residu Pestisida Pada Saluran Di Petakan Sawah Inovasi Balingtan -  Hasil penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dilaporkan bahwa penggunaan pestisida di lahan pertanian (lahan padi dan sayuran) dapat mengakibatkan tertinggalnya residu pestisida pada tanah, tanaman, dan air (sawah). Balingtan melaporkan bahwa kandungan residu pestisida yang ditemukan cukup tinggi dan beberapa telah melebihi batas maksimum residu (BMR). Kandungan residu pestisida yang ditemukan tidak hanya pada air di dalam petakan sawah namun juga pada  inlet  maupun  outlet nya.  Kandungan residu pestisida pada saluran  outlet,  selanjutnya akan masuk ke aliran sungai dan akan membahayakan lingkungan biota air dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, maka diperlukan suatu alat filtrasi yang dapat menahan/menangkap residu pestisida tersebut sebelum terbawa aliran/masuk ke sung...