Langsung ke konten utama

Sistem Tanam Surjan


Teknologi Surjan


Inovasi Balingtan - Empat target sukses Kementerian Pertanian yaitu (1) swasembada berkelanjutan dan pencapaian swasembada, (2) diversifikasi pangan, (3) peningkatan daya saing nilai tambah ekspor, (4) kesejahteraan petani. Badan Penelitian dan Pengenbangan Pertanian beserta jajarannya memiliki kontribusi dan komitmen dalam pencapaian target tersebut. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) mempunyai kebun percobaan Balingtan seluas 17 ha. Salah satu fungsi kebun percobaan adalah untuk mendukung pelaksanan tupoksi balai sebagai lokasi pelaksanaan penelitian, show windowpengadaan sumber benih, pengembangan agrowisata dan lain-lain.
 
Embung yang ada di Balingtan merupakan salah satu teknologi untuk beradaptasi terhadap kekeringan dan menampung air pada saat kelebihan air. Air embung dapat dimanfaatkan sebagai sumber irigasi untuk penanaman disekitar embung dan demplot Sistem Pertanian Ramah Lingkungan (SPRL) model surjan. Upaya penanaman pohon mangga/padi/palawija/sayuran model surjan di Balingtan merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan embung sebagai teknologi adaptasi perubahan iklim yang telah dihasilkan oleh Balingtan sekaligus sebagai tanaman penyerap karbon sehingga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2).

Untuk meningkatkan daya guna ekosistem Lahan Kering Dataran Rendah Iklim Kering (LKRIK) Di Balingtan dapat dikembangkan sistem surjan  yaitu pengelolaan tanaman padi di lahan basah/  sawah dan tanaman tahunan (mangga) di lahan kering. Dengan model surjan akan mengurangi bahaya kekeringan kegagalan dapat diperkecil,  distribusi tenaga kerja lebih merata, diversifikasi tanaman dan pendapatan petani meningkat.




Pengelolaan lahan sawah tadah hujan model surjan akan diperoleh:
1) Teknologi ramah lingkungan model surjan (Intercropping mangga-padi/palawija/sayuran) di Balingtan yang mewakili wilayah ekosistem Lahan Kering Dataran Rendah Iklim Kering (LKRIK),
2) tersedianya varietas padi rendah emisi dan potensi hasil tinggi untuk sawah tadah hujan, dan
3) bahan amelioran dan pupuk kandang yang dapat menigkatkan kesuburan tanah, hasil dan kualitas gabah.


Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Pati, Jawa Tengah
Indonesian Agricultural Environment Research Institute (IAERI)

Komentar

Terpopuler

INOVASI APLIKASI DARI FAKULTAS PERTANIAN UGM " DESA APPS "

INOVASI APLIKASI DARI FAKULTAS PERTANIAN UGM " DESA APPS " Aplikasi yang dikembangkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah mada  merupakan sebuah invoasi dan terobosan yang inovatif dan penuh kreatifitas sebagai media / alat dan perantara yang dimaksudkan untuk memudahkan petani untuk berkomunikasi dengan para pakar pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada yang dapat diunduh secara gratis di playstore  bagi pengguna android yang selanjutnya dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat umum untuk mencari informasi dan bertanya langsung dengan pakar pertanian UGM. Aplikasi yang membantu para petani pintar dalam proses penanaman, perawatan, panen, hingga penjualan. - Temukan hasil panen, info pupuk, dan artikel pertanian di aplikasi Desa Apps - Intip hasil panen PETANI PINTAR hari ini - Desa Apps memberikan on-farm solutions dari hulu ke hilir - Konsultasi & tanya jawab secara langsung dengan para a...

Alat Filter Inlet Dan Outlet (FIO) Residu Pestisida Pada Saluran Di Petakan Sawah

Alat Filter Inlet Dan Outlet (FIO) Residu Pestisida Pada Saluran Di Petakan Sawah Inovasi Balingtan -  Hasil penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dilaporkan bahwa penggunaan pestisida di lahan pertanian (lahan padi dan sayuran) dapat mengakibatkan tertinggalnya residu pestisida pada tanah, tanaman, dan air (sawah). Balingtan melaporkan bahwa kandungan residu pestisida yang ditemukan cukup tinggi dan beberapa telah melebihi batas maksimum residu (BMR). Kandungan residu pestisida yang ditemukan tidak hanya pada air di dalam petakan sawah namun juga pada  inlet  maupun  outlet nya.  Kandungan residu pestisida pada saluran  outlet,  selanjutnya akan masuk ke aliran sungai dan akan membahayakan lingkungan biota air dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, maka diperlukan suatu alat filtrasi yang dapat menahan/menangkap residu pestisida tersebut sebelum terbawa aliran/masuk ke sung...