Kakao merupakan komoditi ekspor unggulan Indonesia dimana saat ini Indonesia menempati posisi negara penghasil kakao terbesar ke-3 dunia dibawah Pantai Gading dan Ghana. Akan tetapi produktivitas kakao Indonesia masih di bawah rata-rata negara penghasil kakao lainnya. Keberlanjutan kakao Indonesia perlu dikhawatirkan mengingat beberapa hal, diantaranya ketidakseimbangan permintaan dan penawaran, memburuknya pohon dan kondisi tanah, produktivitas rata-rata sekitar 600kg/ha dan terus menurun, terbatasnya ketersediaan lahan baru, pendapatan rata-rata petani kakao dibawah $1 per keluarga, dan generasi muda tidak tertarik pada pertanian kakao.
Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan adanya kerjasama antara pemerintah dan petani kakao, dalam mengembangkan organisasi petani. Organisasi petani diperlukan untuk mendukung peningkatan produktivitas, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk kakao, dan akses pasar. Di dalam organisasi petani tersebut perlu diberikan penguatan dalam aspek kelembagaan. Aspek kelembagaan menjadi penting karena menyangkut seluruh aspek kegiatan kelompok tani tersebut dari mulai aspek produksi, pengolahan, pemasaran sampai dengan sisi manajemen keuangan. Pemerintah selaku fasilitator, telah memberikan bantuan kepada kelompok tani berupa pelatihan dan penguatan kelembagaan kepada kelompok tani setiap tahunnya. Diharapkan dengan adanya kelembagaan petani yang kuat dapat meningkatkan kinerja.
sumber : http://cybex.pertanian.go.id
Nama ; Endariyatna M Aziz M / 16/395756/PN/14607
Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan adanya kerjasama antara pemerintah dan petani kakao, dalam mengembangkan organisasi petani. Organisasi petani diperlukan untuk mendukung peningkatan produktivitas, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk kakao, dan akses pasar. Di dalam organisasi petani tersebut perlu diberikan penguatan dalam aspek kelembagaan. Aspek kelembagaan menjadi penting karena menyangkut seluruh aspek kegiatan kelompok tani tersebut dari mulai aspek produksi, pengolahan, pemasaran sampai dengan sisi manajemen keuangan. Pemerintah selaku fasilitator, telah memberikan bantuan kepada kelompok tani berupa pelatihan dan penguatan kelembagaan kepada kelompok tani setiap tahunnya. Diharapkan dengan adanya kelembagaan petani yang kuat dapat meningkatkan kinerja.
sumber : http://cybex.pertanian.go.id
Nama ; Endariyatna M Aziz M / 16/395756/PN/14607
Nama : Vanya Farellia Iwasakathi
BalasHapusNIM : 16/394344/PN/14583
Nilai Penyuluhan :
1. Adanya sumber ide : pada berita ini disampaikan adanya sumber ide yang menjelaskan bahwa kelembagaan menyangkut seluruh aspek kegiatan kelompok tani dari aspek produksi, pengolahan, pemasaran, dan sisi manajemen keuangan. sehingga kelompok tani dapat melakukan inovasi.
2. Adanya sasaran : adanya sasaran pada berita ini masyarakat luas, baik konsumen maupun pihak-pihak yang turut berkontribusi dalam produksi kakao.
3. adanya manfaat: adanya manfaat pada berita ini memberi informasi & wawasan mengenai hal pertanian dalam bidang kakao.
4. adanya nilai pendidikan: dapat mempelajari tentang produksi, pengolahan, pemasaran, dan sisi manajemen keuangan.
Nilai berita :
1. Proximity: berita ini dekat dengan petani karena memberikan nilai-nilai yang berhubungan langsung dengan petani
2. Policy: berita ini selaras dengan kebijakan pemerintah karena adanya kerjasama antara pemerintah dan petani kakao.
3. Importance : berita yang disampaikan penting terkait peningkatan kapasitas kelembagaan petani kakao.